blognya unggun

Benteng Keraton Wolio

Posted on: 25 Februari 2009


image_btng-kratonBenteng Keraton Wolio merupakan salah satu situs peninggalan sejarah terbesar di Pulau Sulawesi. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga/kubu pertahanan (bastion) yang dalam bahasa setempat disebut baluara. Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.

Benteng ini berdiri ketika Sultan ke-4 Kesultanan Buton Dayanu Ikhsanuddin (1597-1631) gundah melihat banyaknya bajak laut yang menyerang rakyatnya. Untuk menghalau serangan bajak laut itu, Sultan memerintahkan prajuritnya membangun 16 baluara di sekeliling bukit Wolio. Pendirian baluara itu tidak dilakukan sembarangan.

Sultan mendasarkan pembangunan 16 baluara itu pada proses kelahiran manusia. Angka 16 dianggap angka kehidupan (nutfah). Sebab pada umur 160 hari, janin di kandungan seorang ibu akan ditiupkan roh tanda kehidupan oleh Allah SWT. Demikian pula dengan 16 baluara itu. Bangunan-bangunan itu diharapkan memberikan jaminan kehidupan bagi seluruh rakyat Kesultanan Buton pada masa itu.

Sultan Dayanu Ikhsanuddin kemudian digantikan oleh Sultan Abdul Wahab yang memerintah hanya selama setahun (1631-1632). Pada masa pemerintahannya, tak ada perubahan yang berarti pada 16 baluara itu.

Ketika sultan ke-5, Sultan Gafarul Wadudu (1632-1645) berkuasa, terjadi perubahan besar-besaran. Sultan Gafarul memerintahkan ribuan prajurit dan seluruh rakyatnya membangun benteng besar di puncak bukit Wolio dengan menghubung-hubungkan bangunan baluara itu dalam satu rangkaian.

Agar bangunan benteng yang dibangun itu sesuai dengan keinginannya, Sultan Gafarul Wadudu memerintahkan Perdana Menterinya Maa Waponda menjadi arsiteknya. Maa Waponda lalu membuat rancangan denah bangunan benteng berdasarkan bentuk salah satu huruf dalam aksara Arab yakni “Dhal”. Huruf dhal itu sendiri, diambil dari huruf terakhir yang pada nama Nabi Muhammad SAW.

Alasan Maa Waponda membuat rancangan denah seperti itu, karena ada salah satu sudut bangunan yang tidak dapat dipertemukan. Secara kebetulan, sudut yang dimaksud tepat di atas sebuah tebing yang sangat curam. Bukit Wolio memang berlokasi di sebuah kawasan berbatu cadas.

Karena sejak awal pembangunan Benteng Keraton Wolio didasarkan pada proses kehidupan manusia,  Sultan Gafarul Wadudu kemudian memerintahkan pembangunan 12 buah Lawa (pintu gerbang) di sekeliling benteng. Angka 12 mengacu pada adanya 12 buah pintu (lubang) di tubuh manusia sebagai ciptaan Tuhan. Lawana Lanto, yang merupakan gerbang utama Benteng Keraton Wolio merupakan tamsil/pengandaian mulut manusia.

Panjang keliling benteng tersebut 3 kilometer dengan tinggi rata-rata 4 meter dan lebar (ketebalan) dinding mencapai 50 centimeter. Bahan baku utama yang digunakan adalah batu-batu gunung yang disusun rapi dengan kapur dan rumput laut (agar-agar) sebagai bahan perekat. Luas seluruh kompleks keraton yang dikitari benteng 401.911 meter persegi. Untuk memenuhi kebutuhan sandang pangan masyarakat di dalam kompleks benteng, Sultan Gafurul Wadudu juga membuat pasar.

Begitu besar dan luasnya bangunan Benteng Keraton Wolio itu, memerlukan waktu 13 tahun bagi Sultan Gafarul Wadudu untuk menyelesaikannya. Selama proses pembangunannya, seluruh lelaki yang ada di wilayah Kesultanan Buton diwajibkan terlibat secara penuh.

Konon kabarnya, lantaran seluruh lelaki diwajibkan ikut bekerja dan menginap di sekitar lokasi pembangunan benteng, berakibat pada rendahnya angka kelahiran yang nyaris mencapai nol persen. Setelah 13 tahun bersusah payah, Benteng Keraton Wolio ini selesai.
(Sumber : Koran Tempo, diolah & http://wolio.wordpress.com/)

14 Tanggapan to "Benteng Keraton Wolio"

kapan2 maen ksitu ahh😀

bisa dak dipindah ke samarinda..tuk pelindung spy tidak tenggelam. he..he..he

smoga kta semua dapat menjaga dan melestarikan situs sejarah peninggalan kejayaan kesultanan BUTON di masa lalu, …

I love u Buton kampoengq..
Saran,,,klo bs nama kota BAU-BAU di ganti sj dgn nama kota WOLIO..yg jg ibukota provinsi BUTON RAYA..

saya juga spakat>>……….maimo ta poromuromuaka ta bangu kampota….

Kata legenda, benteng keraton dibangun dgn perekat putih telur? Yg mana yg benar nich?

TERIMAKASIH ATAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN/REFRENSI UNTUK REGENERASI. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

jagan sampai keindahan pulau buton jd tercemar seperti kota samarinda yg kebudayaan aslinya ilang….

benar dong,bisa kenalan ke?saya org malaysia

nulis-nulis tentang benteng keraton Buton alias Wolio apa udah tau isinya di dalam. apa sebetulnya yang ada dalam lingkaran huruf DAL benteng wolio itu?. Apa udah tau bahwa premis saat ini ada pembaulan sejarah…, untuk menaikkan image benteng keraton Wolio di iklankanlah sebagai benteng terbesar di dunia!. itu kata siapa…!!! wong ngukurnya kok pada semua lingkaran luar huruf DAL yaaah pasti gede banget…? Namun demikian mudah-mudahan itu betuuulll sehingga TIM ARKIOLOGIS BP-3 MAKASSAR yang akan mengukur dan memetakan benteng keraton Liya dapat membuktikan secara konseptual bahwa benteng keraton Liya itu lebih besar dari huruf DAL benteng Wolio. Kandungan apa saja yang terdapat dalam lingkaran benteng keraton Liya sama persis seperti apa juga yang terdapat dalam lingkaran benteng keraton Wolio.
Oleh karena itu…, baiknya anda-anda semua pulanglah dulu kekampung halaman… lihatlah apa yang mau kau lihat, pelajari apa yang mau kau pelajari…agar kamu semua menetahui kebesaran buton pada zamannya. Buton itu berasal dari bahasa arab “Al bathniy” artinya pusat. Timbul pertanyaan pusat apa?
yah bisa dijawab dengan pendekatan ilmu fikih yang di lukiskan dalam huruf asal MUHAMMAD yakni MIM-HA-MIM-DAL. Dalam buku perak buton yang berjudul ASSAJARU HULIQA DAARUL BATHNIY WA DAARUL MUNAJAT” dalam hadist qudsy Muhammad Rasullullah SAW mengatakan bahwa apa yang kuajarkan di MEKKAH (MIM) hanya sebatas pengetahuanKU pada sebatas kepalaku, dan yang Kuajarkan pengetahuanKU di MADINAH (HA) hanya sebatas ilmuku pada dadaku, dan yang kuajarkan pada AL BATHNIY (manusia pada pulau BUTON) adalah ilmuku pada rahasiaKU yang kukandung dalam perutKU (MIM)…dst.
Oleh karena itu di pulau BUTON tak ada satupun penduduk asli yang dimilikinya melainkan semua penduduknya berasal dari pendatang dari para orang-orang sakti yang mendapat petunjuk ghaib dan perintah spritual dari tapaannya untuk mecari sekaligus menghuni pulau BUTON ini. Oleh karena itu sejak abad VI mulailah masuk orang pertama di pulau BUTON yakni bernama ABDUL GAFUR DAN ABDUL HASAN mereka utusan rasulullah beserta pengikut dan pengawalnya. Kemudian pada abad IX masuklah 299 prajurit berasal dari MONGOL-TARTAR yang dipimpin oleh PUTRI KHAN tak lain adalah masih darah keturunan dekat SAIDINA ALI BIN ABITHALIB dst.
Maka untuk sedikit banyaknya mendapat ilustrasi kogniktif dari kisah ini, maka selahkan bergabung dengan blog : http://www.bumibuton.blogspot.com

Mhon maaf sblum dan ssudhnya…
Sdkit ilmunya bang untuk yg ada hubungnx dgn 12 lubang pda mnusia.trus mengenai huruf hijaiyah yg tersebut diatas.mksih bang.ini cuma untuk memperjlas apa yg mnurt sy msih blum bnr2 jls

Saya ini mau cari keluargaku di Samarinda yang kata Bapak saya ada saudara kandung ibunya yang bernama Wa Ode Aisyah disana berupa seorang laki-laki yang mungkin sudah lama meninggal dunia. Kata bapak saya adik ibunya Wa Ode Aisyah itu tersebut adalah merupakan ayahnya La Ode Kondu, La Ode Abdul, La Ode Mau (Wahid). Yang saya belum persis kenal adalah anaknya La Ode Abdul (almarhum). Bila anda sudih tolong kenalkan dia dengan saya dan sebutkan namanya agar juga saya dapat mengenalinya sebagai keluarga dekat. yaaahh siapa tau dia kelak bisa membantu saya mendirikan Pengurus Cabang Forkom KabaLi Samarinda demi kemajuan seluruh masyarakat Liya di tanah air.

” Yang saya belum persis kenal adalah anaknya La Ode Abdul (almarhum) “..

kalau yg anda maksud La Ode Abdul Nafiu..beliau adalah bapak saya.

assalamualaikum..sya asal dri malaysia teleh pun dtang ke kpung ayahdah saya..apa pun tentang benteng wolio adalah betul belaka..saya begetu kagum dgan keindahan benteng wolio..apa pun kenagan itu tdak dapat saya lupakan sampai bila2..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mukadimah

Selamat Datang di blognya unggun. Jangan sungkan dan malu | silahkan dibaca, didunlud dan dicopas artikelnya | jangan lupa tuliskan gundala69.wordpress.com sebagai sumber artikel | tinggalkan jejakmu diruang komen biar aku tahu kedatanganmu | jika ada yang kurang berkenan silahkan add YMku tuk curhatnya. trims..UN69UN

YMku : gun.dala69

lEmbar ArsipKu

RSS sains nEws

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

pEringkat atas

tweet’Ku !!!

pEnyusup :

  • 376,924 ter'identifikasi

pEnutup

Terima kasih atas kunjungannyanya..bila ada waktu jangan lupa tuk nyasar kesini lagi ya..bye..bye

komuni-tasKu

%d blogger menyukai ini: