blognya unggun

Perspektif Berpikir Mutu Pendidikan Kita

Posted on: 19 Februari 2009


Oleh : Prof. Drs. Suyatno Wijoyo

Globalisasi pada hakekatnya ialah suatu fenomena perubahan peradaban manusia dengan lingkungan image_bukudunia. Didalam prosesnya terjadi interaksi global dari berbagai aspek kehidupan, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan prasyarat yang menghantarkan bagi munculnya pandangan-pandangan baru yang berskala dunia. Dunia pendidikan Indonesia saat ini setapak demi setapak menata diri untuk menembus batas toleransi kompetitif global sehingga apa yang dikatakan oleh Rana Baskara Heryana salah seorang Dosen jurusan elektro Fakultas Pendidikan dan Tenaga Kependidikan IKIP Bandung bahwa globalisasi menimbulkan kecendrungan yang bersifat global sehingga menuntut orientasi berfikir yang bersifat global pula (R. Baskara, 1991). Mungkinkah kita akan mengikuti kecenderungan global atau memainkan momentum globalisasi sebagai sebuah penguatan potensi untuk meraih perubahan dan menggenggamnya bukan suatu yang absurd ?.

Tulisan berikut merupakan kekuatan perspektif berfikir tentang potret kualitas pendidikan kita yang penulis akan mencoba membedahnya dalam narasi yang imbang sehingga memberikan pilihan-pilihan strategis bagi starting polecy bagi hal yang bersifat evaluatif sehingga memungkinkan upaya-upaya yang sistematis bagi perbaikan mutu pendidikan.

Salah satu permasalahan pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia termasuk Kalimantan Timur-Samarinda adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, antara lain melalui berbagai pelatihan dan peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan mutu manajemen sekolah. Namun demikian, berbagai indicator mutu pendidikan belum menunjukan peningkatan yang berarti. Sebagian sekolah, terutama dikota-kota menunjukan peningkatan mutu pendidikan yang cukup menggembirakan, namun sebagaian besar lainnya seperti dipinggiran kota bahkan di pelosok-pelosok desa belum berjalan maksimal alias masih memprihatinkan.
Berdasarkan masalah ini, maka berbagai pihak mempertanyakan apa yang salah dalam penyelenggaraan pendidikan kita?. Dari berbagai pengamatan dan analisis, setidaknya ada tiga factor yang menyebabkan mutu pendidikan tidak mengalami peningkatan secara signifikan dan merata.

Faktor Pertama
Kebijakan penyelenggaraan pendidikan menggunakan pendekatan educational production function atau input-output analysis yang tidak dilaksanakan secara konsekuen. Pendekatan ini melihat bahwa lembaga pendidikan berfungsi sebagai pusat produksi yang apabila dipenuhi semua input (masukan) yang diperlukan dalam kegiatan produksi tersebut, maka lembaga ini akan menghasilkan output yang dikehendaki. Pendekatan ini menganggap bahwa apabila input pendidikan seperti pelatihan guru, pengadaan buku dan alat pelajaran, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan lainnya dipenuhi, maka mutu pendidikan (output) secara otomatis akan terjadi. Dalam kenyataannya, mutu pendidikan yang diharapkan tidak terjadi. Mengapa? karena selama ini dalam menerapkan pendekatan education production function terlalu memusatkan pada input pendidikan dan kurang memperhatikan pada proses pendidikan. Padahal, proses pendidikan sangat menentukan output pendidikan.

Faktor Kedua
Penyelenggraan pendidikan dilakukan secara birokratik-sentralistik terkecuali otonomi sekolah secara terbatas, terbatas dari ide, terbatas dari aksi terukur, terbatas dari kemandirian dana, sehingga menempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung pada keputusan birokrasi yang mempunyai jalur sangat panjang dan kadang-kadang kebijakan yang dikeluarkan tidak sesuai dengan kondisi sekolah setempat. Dengan demikian, sekolah kehilangan kemandirian, motivasi, dan inisiatif untuk mengembangkan dan memajukan lembaganya termasuk peningkatan mutu pendidikan sebagai salah satu tujuan utamanya.

Faktor Ketiga
Peran serta masyarakat, khususnya orang tua siswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim. Partisipasi masyarakat selama ini pada umumnya lebih banyak bersifat input (dana, apalagi saat ini dana komite akan dihapuskan) bukan pada proses pendidikan (pengambilan keputusan, monitoring, evaluasi, dan akuntabilitas). Berkaitan dengan akuntabilitas, sekolah tidak mempunyai beban untuk mempertanggungjawabkan hasil pelaksanaan pendidikan kepada masyarakat, khususnya orang tua murid sebagai salah satu unsur utama yang berkepentingan terhadap pendidikan (stakeholder).

Pentingnya upaya proses pendidikan adalah pengembangan internalisasi bagi upaya pembudayaan dan pengajaran karena pendidikan pada dasarnya adalah proses pengembangan individu anak yang dilakukan dengan cara mendidik dan melatih untuk meningkatkan nilai tambah pribadi, menambah kapasitas pengetahuan, keterampilan, sikap, karakter sehingga bisa bertindak sebagai pribadi yang produktif dan berguna bagi diri dan masyarakat.

Pentingnya penyelenggaraan satuan pendidikan secara otonom memberi implikasi bagi satuan kolektifitas komunal sekolah untuk duduk bersama bermusyawarah mufakat bagi upaya perbaikan mutu sekolah secara terukur, transparan dan asih asuh antara pimpinan dan bawahan atau sebaliknya sehingga merupakan suatu produk yang diusung dan diwujudkan bersama-sama.

Dalam hal peran serta masyarakat terhadap sekolah, sudah saatnya penyelenggara pendidikan untuk mengevaluasi keberadaan komite untuk menggantinya dalam peranserta yang lebih luwes dan kompetible seperti lembaga konsultan mandiri yang senantiasa akan seiring sejalan mengevaluasi kendala-kendala sekolah baik yang berhubugan dengan input dana maupun system monitoring pengawalan program kendali mutu pendidikan pada tingkat satuan pendidikan.

Hal ini sangat menjadi berarti agar disamping kekuatan akuntabilitas sekolah (guru terkontrol), juga siswa berada pada rel kualitas personal yang semakin berkembang signifikan dari indikator-indikator pembelajaran yang dirumuskan dan berikan oleh guru selaku penggerak dan penentu kualitas pembelajaran.

Penulis adalah Guru Besar sekaligus Pembantu Rektor II Unversitas Mulawarman Samarinda. Contributor : La Bia, SP.d

2 Tanggapan to "Perspektif Berpikir Mutu Pendidikan Kita"

isinya MBS banget
jadi ingat beberapa tahun lalu nih
awal reformasi pendidikan

Kerjasama tiga pilar yang sampai sekarang belum terbangun secara baik dalam sistem pendidikan di Indonesia. Tiga pilar yang dimaksud adalah : Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat. Misi dan Visi pendidikan yang dilaksanakan di sekolah sangat jarang disosialisasikan secara jelas kepada keluarga dan masyarakat, akibatnya hasil pendidikan di sekolah tidak diberi penguatan oleh keluarga maupun masyarakat. Akibatnya pembangunan karakter manusia Indonesia yang mestinya dibentuk bersama oleh tiga pilar itu, tidak jarang ketiganya bertolak belakang. Mau dibawa ke mana sistem pendidikan Indonesia ? Pembentukan karakter manusia Indonesia mau di bawa ke mana ? Apa jadi bangsa kuli terus? tidak pernah mandiri? Inilah andil dari tiga pilar pendidikan karakter manusia Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mukadimah

Selamat Datang di blognya unggun. Jangan sungkan dan malu | silahkan dibaca, didunlud dan dicopas artikelnya | jangan lupa tuliskan gundala69.wordpress.com sebagai sumber artikel | tinggalkan jejakmu diruang komen biar aku tahu kedatanganmu | jika ada yang kurang berkenan silahkan add YMku tuk curhatnya. trims..UN69UN

YMku : gun.dala69

lEmbar ArsipKu

RSS sains nEws

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

pEringkat atas

tweet’Ku !!!

pEnyusup :

  • 376,924 ter'identifikasi

pEnutup

Terima kasih atas kunjungannyanya..bila ada waktu jangan lupa tuk nyasar kesini lagi ya..bye..bye

komuni-tasKu

%d blogger menyukai ini: