blognya unggun

Halaman Belakang Sebagai Kuburan Massal

Posted on: 29 Juli 2008


Seolah malaikat maut tak ingin melepaskan pelukan maut dari orang-orang yang sejiwa dengannya, selang beberapa hari setelah Sumarsih dan Sugeng adalah terpidana mati kasus pembunuhan berencana Letkol (Mar) Purwanto sekeluarga tahun 1988 silam dieksekusi mati dihadapan regu tembak brimob, kini satu lagi pembunuh berantai telah tertangkap yakni Very Idam Heryansyah alias Ryan (34 thn) pun menjadi tersangka pembunuhan berantai yang sampai saat ini telah merenggut 10 nyawa.

Melihat kasus Ryan seperti menyaksikan sebuah movie thrailler Silence of The Lambs *versi Indonesia* tentang pembunuhan sadis yang dilakukan oleh seorang psikopat dan menciptakan ladang pembantaian sekaligus kuburan massal di halaman belakang rumahnya.

Ryan yang dikenal oleh guru-gurunya di SDN 2 Jatiwates, Tembelang, Jombang, dan SMPN 1 Tembelang sebagai murid yang punya tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

Lulus dari SMPN 1 Tembelang, Ryan diterima di SMAN 3 Jombang, yang merupakan sekolah favorit. Namun, ia hanya bertahan satu bulan di sana kemudian pindah ke sekolah lain, SMAN 1 Kabuh.

Kecerdasan semacam apa yang dimiliki Ryan tidak dijelaskan. Singkat kata, ketika menjadi pelajar ia terlihat lebih menonjol dari teman-teman sekelasnya.

Namun, sayang, kecerdasan Ryan tidak dimanfaatkan untuk kebaikan, seperti menolong orang lain, malah membantai sejumlah orang dengan sadis. Dugaan sementara masih seperti ini karena proses hukum masih berjalan. Kalau benar demikian, kecerdasan Ryan, seperti yang diingat guru-gurunya, adalah kecerdasan yang mencelakakan dirinya sendiri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jombang Ajun Komisaris Kasyanto BS mengakui, kecerdasan Ryan itu tercermin dalam beragam cara untuk menutupi semua perbuatannya. Aneka tipu daya pun kemudian dilakukan dengan menggunakan kecerdasan akalnya, untuk mengecoh dan memperdaya orang lain.

Jika benar orang-orang hilang yang diduga kuat polisi sebagai korban Ryan, tersangka pelaku pembunuhan itu menggunakan beragam tipu daya penuh perhitungan. Orang-orang yang diduga tewas dibunuh tersangka Ryan dan orang yang hilang terkait kasus ini.

Enam “korban” yang lain dari tersangka Verry Idham Henryansah alias Ryan, yang sebelumnya telah membunuh empat orang di Jombang dan membunuh satu orang secara mutilasi di Jakarta akhirnya ditemukan di Jombang.

“Penggalian sesuai pengakuan Ryan memang lima korban, tapi kami menemukan enam korban,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Herman S Sumawiredja usai meninjau tempat kejadian perkara (TKP) dengan helikopter di Jombang, Senin (28/7). Didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti, ia mengatakan pihaknya memang menggali lima lobang, namun ada satu lobang yang ternyata berisi ibu dan anak.

“Salah satu di antaranya merupakan korban yang dibunuh pada tahun 2006 dan diduga merupakan korban pertama Ryan sampai tersangka lupa identitas korban pertama itu, tapi laki-laki,” katanya.

Lima korban yang teridentifikasi dari pengakuan tersangka adalah Agustinus alias Wawan, 28, yang dibunuh pada Agustus 2007, dan Muhammad Akhsoni alias Soni, 29, yang dibunuh pada November 2007. Selain itu, Zainal Abidin alias Zeki, 21, yang dibunuh pada Januari 2008, serta Nanik Hidayati, 23, dengan anaknya Silvia Ramadani Putri, 3, yang dibunuh pada April 2008.

“Semua korban dikubur di belakang rumah di Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jatim seperti empat korban sebelumnya. Untuk asal-usul korban yang baru masih diselidiki,” katanya.

Penyidik diperintahkan untuk meneliti lokasi itu secara menyeluruh. “Apa mungkin masih ada korban yang tertinggal,” katanya. Ditanya langkah selanjutnya, Kapolda Jatim mengatakan pihaknya akan melakukan identifikasi mayat yang ditemukan untuk dicocokkan dengan pengakuan tersangka.

“Misalnya luka yang dialami ada di bagian mana dan pengakuan tersangka juga dimana, kemudian tersangka melakukan pembunuhan dengan apa dan apa sesuai dengan pengakuan tersangka,” katanya.

Setelah itu, katanya, keterangan tersangka akan dicocokkan lagi dengan keterangan sejumlah saksi, termasuk saksi dari keluarga korban. “Temuan enam korban itu menambah korban Ryan yang dikubur Ryan di Jombang menjadi 11 orang yang salah satu diantaranya belum diketahui identitasnya, karena Ryan sendiri lupa,” katanya.

Polda Jatim akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk menahan dan memeriksa Ryan di Polda Jatim terlebih dulu guna menuntaskan 11 korban yang ditemukan di Jombang.

Tersangka Ryan dikeler ke Jombang bersama pacanya Novel dengan pengawalan ketat pada Senin pukul 07.45 WIB. Ryan dan Noval tiba dari Jakarta ke Mapolda Jatim pada Minggu (27/7) pukul 17.20 WIB.

Rombongan ke Jombang mengendarai delapan mobil yang terdiri atas dua mobil patwal (patroli pengawalan), satu mobil provoost, satu mobil tim Identifikasi, satu mobil tim Forensik, serta tiga mobil untuk tersangka dan pejabat Polda Metro dan Polda Jatim.

Sebelumnya, empat “korban” Ryan adalah Aril Somba Sitanggang (Malang, Jatim), Vincentius Yudi Priono (Wonogiri, Jateng), dan Guruh Setio Pramono (Nganjuk, Jatim). Sementara itu, seorang lagi bernama Graddy yang semula diduga ras Eropa (kukaoit) ternyata berdarah Manado (marga Tumbuan).

Kuburan Lima Korban

Tim gabungan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya dan Polda Jatim, Senin, membongkar kuburan lima “korban” yang lain dari tersangka Ryan, 34, yang sebelumnya telah membunuh empat orang di Jombang dan membunuh satu orang secara mutilasi di Jakarta.

“Perkiraan berdasarkan pengakuan sementara tersangka Ryan ada lima korban (pembunuhan), karena itu kita lihat kuburannya, lalu kita bongkar. Kita ke sana (Jombang) untuk membongkar,” kata Direktur Reserse Kriminal (Reskrim) Polda Jatim Kombes Pol Rusli Nasution sesaat menjelang berangkat ke Jombang.

Tersangka Ryan bersama pacarnya Novel keluar dari ruang tahanan Mapolda Jatim pukul 07.30 WIB, kemudian mereka berangkat ke Jombang dengan pengawalan ketat pukul 07.45 WIB. Ryan dan Noval tiba dari Jakarta ke Mapolda Jatim pada Minggu (27/7) pukul 17.20 WIB.

Rombongan ke Jombang mengendarai delapan mobil yang terdiri atas dua mobil patwal (patroli pengawalan), satu mobil provost, satu mobil tim Identifikasi, satu mobil tim Forensik, serta tiga mobil untuk tersangka dan pejabat Polda Metro dan Polda Jatim. Tim Polda Jatim terdiri atas 12 polisi, sedangkan tim Polda Metro Jaya juga 12 orang.

Ryan yang mengenakan baju putih bergaris hitam terlihat naik mobil abu-abu dengan Nopol L-1759-UF, sedang Novel yang memakai kaos hitam naik mobil abu-abu dengan Nopol L-1213-BW. Mobil lain dikendarai Direkrim Polda Jatim Kombes Pol Rusli Nasution dan Direskrim Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Brix Tewu.

Lokasi pertama di sebelah kuburan kedua yang dibongkar pekan lalu diduga jadi tempat menguburkan Agustinus Fitri Setiawan. Kuburan kedua yang digali hari ini berada persis di sebelah lokasi septic tank dan diduga jadi lokasi penguburan mayat Nanik Hidayati beserta putrinya Sylvia.

Lokasi penggalian ketiga hari ini yang berada dibelakang kandang ayam dan dapur, diduga tempat menguburkan Moh. Aksoni yang adalah karyawan PT Tjiwi Kimia, Sidoarjo. Sementara, lokasi penggalian keempat pada hari ini berada di luar bangunan bekas pagar yang ada di sebelah kamar mandi, dengan dugaan mayat yang dikuburkan bermana Zainul Arifin alias Zacky yang adalah salah seorang penyiar radio Gita Nada FM Jombang.

Baru satu mayat yang diduga Agustinus berhasil diangkat hingga saat ini. Penggalian masih diteruskan dengan dihadiri ribuan massa yang terus merangsek ingin menonton.

Aparat gabungan kepolisian, Senin (28/7), kembali menggali bagian belakang rumah orangtua Ryan di Desa Jati Wates, Kecamatan Tembelang, Jombang, Jawa Timur. Polisi mengidentifikasi ada empat lokasi baru yang diduga tempat korban-korban Ryan lainnya. Ribuan masyarakat memadati lokasi penggalian. Aparat keamanan kesulitan mengatasi rangsekan massa.

Korban Ryan

1. Aril Somba Sitanggang (Malang, Jatim)

2. Vincentius Yudi Priono (Wonogiri, Jateng)

3. Guruh Setio Pramono (Nganjuk, Jatim)

3. Graddy (keturunan Manado)

4. Agustinus alias Wawan

5. Muhammad Akhsoni alias Soni

6. Zainal Abidin alias Zeki

7. Nanik Hidayati

8. Silvia Ramadani Putri

9. Zainul Arifin alias Zacky

10. Satu lagi belum diketahui indentitasnya.

Berikut posisi kubur lima korban pada penggalian 28 Juli 2008

1. Agustinus alias Wawan (28), hilang pada Agustus 2007, dikubur 50 cm sebelah utara jenazah Guntur.

2. Moch Aksoni alias Soni (29), hilang akhir November 2007, dikubur persis di belakang dapur.

3. Zainal Abidin alias Zacky (21), hilang pada Januari 2008, dikubur 2 meter sebelah selatan jenazah Moch Aksoni.

4. Nanik Hidayati (31), hilang pada April 2008, dikubur persis menempel tembok selatan septic tank.

5. Silvia Ramadani Putri (3), putri Nanik, dikubur di atas mayat ibunya.

Psikopat

Psikiater di Rumah Sakit Dr Soetomo, Nalini M Agung, mengatakan, tersangka Verry atau Ryan diduga memiliki kecenderungan psikopat yang tidak selalu berkait dengan orientasi seksualnya.

Dikatakan Nalini, gejala penyakit jiwa Ryan itu terlihat dari ekspresi Ryan yang tampak tanpa rasa bersalah ketika menceritakan pembunuhannya dan proses pembunuhan yang cenderung sadis, bahkan memutilasi salah satu korbannya.

Psikopat adalah keadaan psikiatri berupa kurangnya empati atau kepedulian disertai minimnya kontrol impuls dan perilaku,” kata Nalini, Selasa (22/7).

Gejala psikopat itu juga tampak dari banyaknya jumlah korban. Kemungkinan Ryan penderita psikopat makin kuat bila dugaan seorang perempuan menjadi korbannya terbukti benar. Sebab, kelainan jiwa psikopat tidak berkaitan dengan orientasi seksual Ryan yang menyukai sesama jenis (homoseksual).

Menurut Nalini, penyebab psikopat bisa dari faktor genetik, lingkungan, maupun campuran keduanya.

Secara genetik, seseorang menjadi psikopat dan memiliki kecenderungan melakukan kekerasan

berlebihan bila kekurangan atau kelebihan satu kromosom atau hormon tertentu. “Kelainan ini sangat rumit, baik penyebab, gejala, maupun pemicunya. Belum pernah ada penelitian yang berhasil menyimpulkannya,” ujar dosen di Universitas Airlangga itu.

Penderita psikopat, katanya, juga kerap tak terlihat oleh orang-orang di sekitarnya. Mereka kerap tampil sebagai pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, memesona, mempunyai daya tarik luar biasa, menyenangkan, dapat menguasai berbagai ilmu pengetahuan, bersikap religius, dan kelihatan tampak sukses dalam karier.

Dirangkum dari sumber berita yang berasal dari sini nih

21 Tanggapan to "Halaman Belakang Sebagai Kuburan Massal"

wuiiih sadiss!!..
indonesia skarang udh musim bunuh membunuh!..

yeaahh!..Kill them all!…

Waaah!..ni jdi inspirasi buat lagu anak2 underground DEATH METAL!..haaaa

saya aja!..sanggup bantai ayam!..hahaa

hehe..kayaknya tuh udah jdi Hobinya!..

heheh..klo saya mah! cuma bunuh nyamuk aja!..haaaaha

dri pada membunuh lebih bagus!…..hehee

mesti dihukum MATI!!!!!!!!….

dia juga ngambil Duitnya!!!.. pa lagi Dompetnya!..hahaah

merampok ja saya takut
apa lagi membunuh!..

untung aja saya gak di Booking nya!..
klo ndak!..hiiiii

Bertaubat lah semuanya!…

hahaha..ne komment bikin gw Ketawa!

iya!..hahaha
kommentnya pas betul dengan nama pengirimnya!..haaaaaaaahahahhah

Youre great i’m jigsaw in saw tetralogy Ryan

Komen nya ada rekayasa ah jd curiga wakakek2*

@amanjaelani : Hehehe bisa aja nih..komennya bener koq..gada rekayasa palagi tipuan kamera🙂

kok guru ngaji udah berapa kali bikin ulah yah…kali ini ulahnya bener2
dasyatttt…tapi memang ajarannya cenderung suka dengan potong memotong…buktinya 3 teroris pidana mati mintanya juga dipotong lehernya…ihhhh…seremmmm

ya ampyunnnnnnnnnnnnnnnnn
koq jd org jhat bgd ch??!!!!!!!!!!!!!!!
tobat y?!!!!g akn trlmbt kq wt org yg mw tbat..okZ?!!!!!!!!!!!

aduh ngeri deh…..
gw lebih baik sembunyi aja deh!

bagus banget nich desainnya, kunjungan balik y🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mukadimah

Selamat Datang di blognya unggun. Jangan sungkan dan malu | silahkan dibaca, didunlud dan dicopas artikelnya | jangan lupa tuliskan gundala69.wordpress.com sebagai sumber artikel | tinggalkan jejakmu diruang komen biar aku tahu kedatanganmu | jika ada yang kurang berkenan silahkan add YMku tuk curhatnya. trims..UN69UN

YMku : gun.dala69

lEmbar ArsipKu

RSS sains nEws

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

pEringkat atas

tweet’Ku !!!

pEnyusup :

  • 376,924 ter'identifikasi

pEnutup

Terima kasih atas kunjungannyanya..bila ada waktu jangan lupa tuk nyasar kesini lagi ya..bye..bye

komuni-tasKu

%d blogger menyukai ini: