blognya unggun

Penuturan La Ode Manarfa

Posted on: 9 Juni 2008


 ISTANA BADIA – Istana sultan di Buton berbentuk rumah panggung bersusun tiga. Sesuai tradisi, istana yang disebut kamali harus dibuat sendiri oleh sultan bersama keluarganya. Di Baubau terdapat tiga istana kayu seperti ini, dua di Badia yakni di kompleks keraton dan satunya lagi di pusat kota Bau Bau Bau. Sedangkan istana dalam bentuk gedung di pusat kota jarang digunakan sebagai tempat tinggal. Tradisi lisan maupun tulisan menyebutkan bahwa Putri Wakaa-Kaa berasal dari Cina .
Dia adalah putri Kubilai Khan, yang konon dikirim ke Persia untuk menjadi raja menyusul jatuhnya Baghdad ke tangan Hulagu pada tahun 1258.
Bagaimana bisa terdampar di Buton? Drs H La Ode Manarfa (79) (Sultan Buton sekarang) menuturkan, dalam perjalanan ke Baghdad Putri Wakaa-Kaa bersama rombongannya singgah di Jawa.
Karena kerajaan Singosari waktu itu sedang kurang aman, maka Wakaa-Kaa dibawa ke Buton oleh Panglima Kao-Cing, yang memimpin perjalanan.
Di Buton, putri ini disambut hangat masyarakat setempat. Bahkan dia dijadikan raja (ratu) oleh masyarakat Tanah Semenanjung yang telah lebih dulu bermukim di pulau tersebut. Buton pada masa itu dikatakan telah berada di bawah kekuasaan Majapahit. Singkat cerita, Putri Wakaa-Kaa kemudian kawin dengan Sibatara, salah seorang pangeran dari Majapahit yang sedang berada di Buton.
Dari perkawinan ini lahir seorang putri jelita yang diberi nama Bulawambona yang berarti bulan purnama.
Bulawambona inilah yang menjadi leluhur para raja dan sultan Buton hingga sekarang. Sedangkan Wakaa-Kaa setelah menjadi ratu sebentar dan sempat melahirkan seorang anak (Bulawambona), dia meneruskan perjalanan ke Baghdad, begitu menurut La Ode Manarfa.

Sultan Buton pertama bernama Kaimuddin, ia sebetulnya adalah raja Buton VI sejak dari Wakaa-Kaa dan kemudian putrinya Bulawambona sebagai raja (ratu) Buton II.
Setelah memeluk Islam, ia mengubah sistem pemerintahan menjadi kesultanan.
Dalam sejarah Buton disebutkan, Sultan Kaimuddin memerintah tahun 1538-1584. Setelah wafat ia dikenal dengan nama Murhum, dari kata almarhum.
Sebab masyarakat feodal di Buton menganggap tabu menyebut langsung nama sultannya, meski telah tiada. Makam Murhum terletak di sebuah bukit yang bersebelahan dengan bukit lain tempat Masjid Agung Keraton Buton berdiri.

Ada cerita lain mengenai kesultanan Buton. Menurut Manarfa lagi, semua sultan di Buton bergelar Khalifatul Khamis. Artinya khalifah yang ke-5 di dunia Islam. Dalam sejarah Islam hanya dikenal empat khalifah yang disebut khulafaurrasyidin. Mereka adalah pengganti Nabi Muhammad SAWsebagai kepala negara Islam. Ke-empat khalifah itu berturut-turut adalah Abubakar Ashidiq, Umar bin Chatab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Setelah Ali wafat, tidak ada lagi kepala negara bergelar khalifah di pusat-pusat kekuasaan Islam.
Kesultanan Buton lain halnya.
Masih cerita Manarfa, gelar Khalifatul Khamis diberikan langsung penguasa kota Mekkah kepada Sultan Kaimuddin. Dan semua sultan Buton setelah Kaimuddin, berhak menggunakan gelar itu, termasuk La Ode Manarfa. (Kompas, Selasa, 1 Oktober 1996).

 

Referensi ::

 *** http://www.buton_online.com

 

15 Tanggapan to "Penuturan La Ode Manarfa"

klo cerita ini sudah sering diceritakan orang tua kami, waktu masih kecil

alhamdulillah akhirnya ada putera Buton yang bisa komen diblogku yang sungguh terlalu sederhana ini…ya sama dengan dirimu la ode adam..artikel ini berdasarkan aku muat berdasarkan cerita dari ompu2 kita doloe..yang akhirnya aku mendapat pembenahan dari sultan kita saat ini : Paman La Ode Manarpa..add my YM kene’..salam kenal🙂

Apakah ada mengenai Lawele

ass…alhamdulillah akhirnya aq bs mampir di blog ini di mana aq bs bersua dng saudara2q yg brmarga laode…aq laode mohammad idris di jakarta mengucakan salam hormat n salam kangen utk saudara2q brmarga laode di manapun berada khususnya para pecinta blog ini…

Askm wr… wb… senang membaca sejarah buton tersebut. thanks for the information, Salam Kenal untuk semuanya….this is my email: sanu_gitrend@yahoo.com

aslm… itu smua adlh.. kebohongan…. sjarah palsu….. palsu…. aspal………………………….

aneh juga ya….kok selalunya mengklaim seakan2 dialah yg terhebat!!! kok ngaku2 sultan ya??? la ode manarfa kan bukan sultan? tapi putra sultan, di buton sultan tidak turun temurun. lagian “sara” sebagai majelis yg memilih dan melantik sultan kan sudah bubar dan tidak pernah melantik dia…. masih banyak yang tau ttg sejarah itu… apalagi mengaku “khalifatul khamis”??? waduh…ngaco bin asal…. la ode manarfa g pantas disebut orang buton apalagi khalifatul khamis…. krn suka ngaku2/mengklaim keberhasilan orang seakan2 keberhasilannya… sama juga dengan waktu dia mengklaim bahwa universitas dayanu ikhsanuddin adalah perjuangan dia sehingga bisa berdiri..padahal dia g pernah ada di sana waktu pendirian. apalagi ngirim duit….wah2….yg kaya gini mau jadi khalifatul khamis????? khalifah tuh g mungkin sombong+bohong dan takabbur….anak cucunya juga jauh dari sifat itu…

saya mahasiswa , saya mau tau tentang la ode Manarfa, saya bisa dptkan dimana terima aksih

sebelum mengkritik lebih jauh….. tolong di cermati dlu apa yang namanya khalifah itu, apakah anda paham tentang khalifah,, jangan asal mengkritik aj …. jngan sampai kritikan anda itu ada unsur dendamnya atau iri atau ga’ taulah,, mungkin karena niat anda yang kurang baik,,, weleh..weleh.. pobinci binciki kuli dlu … janganlah jadi orang buton karena keturunannya, tapi jadilah orang buton karena perilakunya….thanks

tlunk cari thu kekeluarga nya yg telah kenal dekat sma la Ode loji (buyut), la ode mane (kakek) n la ode folio (eyang kakung)
tlunk ksih thu, krnaa gk tw crita” mreka

sebelum mengkritik lebih jauh….. tolong di cermati dlu apa yang namanya khalifah itu, apakah anda paham tentang khalifah,, jangan asal mengkritik aj …. jngan sampai kritikan anda itu ada unsur dendamnya atau iri atau ga’ taulah,, mungkin karena niat anda yang kurang baik,,, weleh..weleh.. pobinci binciki kuli dlu … janganlah jadi orang buton karena keturunannya, tapi jadilah orang buton karena perilakunya….thanks

Kita berpulang aja buat para siolimbona mereka yang memilih dan menurunkan ,,dan mungkin yang berkomen pedas ini mereka pengen jadi sultan kayaknya yaaaa,heheheheheheheh

Assalamu alaikum wr..wb.
Bapak saya orang Tidore menikahi ibu saya orang Muna di dalam keraton buton. yang menjadi wali untuk ibu saya adalah La Ode Kaimuddin.

kita tidak bisa memilih dari mana kita berasal tetapi kita bisa menentukan arah tujuan kita ke depan. tiap2 insan mempertanggungjawabkan dirinya masing-masing.

saya doakan saudara man arfa, semoga bisa menjadi orang yang bijak, insya Allah. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mukadimah

Selamat Datang di blognya unggun. Jangan sungkan dan malu | silahkan dibaca, didunlud dan dicopas artikelnya | jangan lupa tuliskan gundala69.wordpress.com sebagai sumber artikel | tinggalkan jejakmu diruang komen biar aku tahu kedatanganmu | jika ada yang kurang berkenan silahkan add YMku tuk curhatnya. trims..UN69UN

YMku : gun.dala69

lEmbar ArsipKu

RSS sains nEws

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

pEringkat atas

tweet’Ku !!!

pEnyusup :

  • 376,924 ter'identifikasi

pEnutup

Terima kasih atas kunjungannyanya..bila ada waktu jangan lupa tuk nyasar kesini lagi ya..bye..bye

komuni-tasKu

%d blogger menyukai ini: