blognya unggun

Etnis Sultra Berdasarkan Perbedaan Bahasa

Posted on: 9 Juni 2008


Hingga kini telah teridentifikasi 22 etnis asli di Sulawesi Tenggara berdasarkan perbedaan bahasa yang dipergunakan (ethnolinguistic groups), yang separuhnya berada di wilayah Buton baik daratan maupun kepulauan. Potret kehidupan mereka relatif sama, secara umum masih hidup dibawah garis kemiskinan. Kondisi inilah yang menyebabkan mereka tidak mampu mengenyam pendidikan dengan baik dan menikmati fasilitas kesehatan. Bahkan kondisi kemiskinan juga memaksa mereka untuk turut dalam kegiatan tidak ramah lingkungan seperti illegal logging dan illegal fishing.

Berikut 22 entis Buton tersebut serta pemaparannya :
1. Bajau                                 12. Moronene
2. Busoa                                 13. Muna
3. Cia-Cia                               14. Pancana
4. Kaimbula                            15. Rahambuu
5. Kamaru                              16. Taloki 
6. Kioko                                  17. Tolaki
7. Kodeoha                             18. TukangBesi North
8. Kulisusu                              19. TukangBesi South
9. Kumberaha                         20. Waru
10. Lasalimu                           21. Wawonii
11. Liabuku                            22. Wolio

1. BAJAU (Badjaw, Badjo, Bajo, Bajao, Bayo, Gaj, Luaan, Lutaos, Lutayaos, Sama, Orang Laut, Turije’ne’) 50,000 di seluruh negeri (1977 Pallesen SIL); 25,000 di Sulawesi Tengah (1979 Barr); 8,000 hingga 10,000 di Sulawesi Selatan (1983 C. Grimes SIL); 5,000 atau lebih di Maluku Utara (1982 C. Grimes SIL); beberapa ribu di Nusa Tenggara (1981 Wurm dan Hattori). Di Sulawesi Selatan di kabupaten Selayar, Bone, dan Pangkep. Di pantai timur Sulawesi Tenggara di Wowonii, Muna, Buton gaian utara, Kabaena, Kepualuan Tukang Besi bagian utara. Tersebar luas di seluruh Sulawesi, Maluku Utara (Bacan, Obi, Kayoa, dan Pulai Sula), Kalimantan, dan pulau-pulau di Laut Sunda Timur. Bahasa Bajau yang lain ada di Sabah, Malaysia, dan Philippina bagian selatan. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sama-Bajaw, Sulu-Borneo, Borneo Coast Bajaw. Dialek: Jampea, Same’, Matalaang, Sulamu, Kajoa, Roti, Jaya Bakti, Poso, Tongian 1, Tongian 2, Wallace. Dikenal sebagai Bayo dan Turijene dalam Bahasa Makassar. Dikenal sebagai Bajo dalam bahasa Bugis. Mungkin mencakup beberapa bahasa. Bahasa agak kasar dipergunakan di Maluku Utara. Ada sekolah di beberapa desa. Mereka tinggal di suatu rumah yang dibangun dil laut. Akses dengan laut. Teluk kecil, pulau, karang, Orang laut. Muslim, agama tradisional.

2. BUSOA 500 (1991 René van den Berg SIL). Sulawesi Tenggara, Kecamatan Batauga, pantai barat daya Pulau Buton, sebelah selatan wilayah Katobengke-Topa-Sulaa-Lawela. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Muna. 84% kemiripan bahasa dengan Kambe-Kambero, 70% hingga 79% dengan dialek Muna, 71% dengan Muna, 76% dengan Lantoi. Kambe-Kambero berbagi inovasi dengan Kaimbulawa, dan mungkin bukan dialek Busoa. Muslim.

3. CIA-CIA (Buton Selatan, Butung Bagian Selatan, Buton, Orang Buton, Boetoneezen) 15,000 (1986 SIL). Sulawesi Tenggara, Pulau Buton bagian selatan. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Buton. Dialek: Kaesabu, Sampolawa (Mambulu-Laporo), Wabula, Masiri. 93% kemiripan bahasa dengan Masiri, 74% dengan Kambe-Kambero, 69% dengan Busoa, 67% dengan Lantoi, 66% dengan Liabuku, 61% dengan Wolio, 60% dengan Muna. Dialek Wabula memiliki sub-dialek Wabula, Burangasi, Wali, Takimpo, Kondowa, Holimombo. “Cia-Cia” adalah nama yang sering digunakan, meskipun itu terminologi negatif. Muslim.

4. KAIMBULAWA 1,500 (1991 René van den Berg SIL). Sulawesi Tenggara, bagian Pulau Siompu. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Muna. Dialek: Lantoi, Kambe-Kambero. Suatu bahasa tersendiri; bukan dialek Muna atau Cia-Cia. 96% lkemiripan bahasa dengan Lantoi, 75% dengan Busoa, 64% hingga 74% dengan dialek Muna, 64% dengan Muna, 70% dengan Liabuku, 66% dengan Cia-Cia, 58% dengan Wolio, 45% dengan Kaledupa. Muslim.

5. KAMARU [2,000 (1979 Burhanuddin). Pulau Buton bagian tenggara, Sulawesi Tenggara. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Buton. 68% kemiripan bahasa dengan Lasalimu, 67% dengan Wolio, 54% dengan Cia-Cia, 51% dengan Pancana, 49% dengan Tukangbesi, 45% dengan Muna. Muslim.

6. KIOKO 1,000 (1991 René van den Berg SIL). Sulawesi tenggara, Kecamatan Kulisusu di Pulau Buton. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Muna. Dialek: Kioko, Kambowa. Dilaporkan menjadi bahasa tersendiri. Mungkin merupakan bagian bahasa Pancana. 82% kemiripan bahasa dengan Kambowa, 81% dengan dialek Laompo Muna, 74% dengan Muna, 75% dengan Liabuku dan Busoa. Muslim.

7. KODEOHA (Kondeha) 1,500 (1991 D. Mead SIL). Sulawesi Tenggara, kabupaten Kolaka, Kecamatan Lasusua, pantai barat Kolaka. 4 desa. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Sulawesi Tengah, tengah Barat, Bungku-Mori-Tolaki, Tolaki. 75% kemiripan bahasa dengan Rahambuu; 70% dengan Tolaki, Mekongga, dan Waru; 54% dengan kelompok Mori dan Bungku. Bahasa Bugis digunakan sebagai bahasa kedua. Muslim.

8. KULISUSU (Kalisusu, Kolinsusu, Kolensusu) 22,000 (1995 SIL). Sulawesi Tenggara, Kecamatan Kulisusu dan Bonegunu di Pulau Buton bagian utara. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia barat, Sulawesi, Sulawesi Tengah, tengah Barat, Bungku-Mori-Tolaki, Bungku. 81% kemiripan bahasa antara dialek, 77% dengan Taloki, 75% dengan Koroni, 66% dengan Wawonii dan Bungku, 65% dengan Moronene, 54% dengan Mori dan Tolaki. Muslim.

9. KUMBERAHA 250 (1995 SIL). Kecamatan Lasalimu di Buton tenggara. Tidak terklasifikasi. Muslim.

10. LASALIMU 2,000 (1979 Bhurhanuddin). Bagian tenggara Pulau Buton Island, Kecamatan Lasalimu, Sulawesi Tenggara. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Buton. 68% kemiripan bahasa dengan Kamaru, 64% dengan Cia-Cia, 57% dengan Tukangbesi, 51% dengan Pancana, 50% dengan Wolio dan Muna. Muslim.

11. LIABUKU 500 hingga 1,500 mungkin (1991 R. van den Berg SIL). Sulawesi Tenggara, satu desa, utara Baubau di Kecamatan Bungi dan Kapontori, Buton selatan. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Muna. Cukup berlainan dari Muna; mungkin bagian dari Bahasa Pancana. 82% kemiripan bahasa dengan dialek Burukene Muna, 72% hingga 76% dengan dialek Muna, 72% dengan Muna, 75% dengan Kioko. Muslim.

12. MORONENE (Maronene) 31,000, termasuk 20,000 di Moronene, 11,000 di Tokotu’a (1991 D. Mead SIL). Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton. Dialek Tokotu’a di Pulau Kabaena, Wita Ea di daratan Kabupate Buton berhadapan dengan Kabaena, dengan Sub-dialek Rumbia di kacamatan Rubia, dan sub-dialek Poleang di Kecamatan Poleang, Poleang Timur, dan Watubangga, Kabupaten Kolaka. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia barat, Sulawesi, Sulawesi Tengah, Tengah Barat, Bungku-Mori-Tolaki, Bungku. Dialek: Wita Ea (Rumbia, Poleang, Moronene), Tokotu’a (Kabaena). Dialek Moronene mempunyai 80% kemiripan bahasa dengan Tokotu’a; 68% dengan Wawonii-Menui, 66% dengan Kulisusu, 65% dengan Taloki, Koroni, Tulambatu, 64% dengan Bungku, dan 57% dengan Tolaki. Dulunya ada kerajaan. Muslim, Kristen.

13. MUNA (Wuna, Mounan) 227,000 (1989 van den Berg), termasuk 600 di Ambon (1985 SIL). 150,000 Standard Muna, 10,000 Tiworo, 7,000 Siompu, 60,000 Gumas (1989 van den Berg). Pulau Muna Sulawesi Tenggara, pantai barat daya Pulau Buton, dan Ambon, Maluku Tengah. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Muna. Dialek: Standard Muna (Muna utara), Gumas (Muna selatan), Siompu, Tiworo (Muna timur). Wuna adalah nama pribadi. 71% kemiripan bahasa dengan Pancana, 62% dengan Cia-Cia, 52% dengan Wolio, 50% dengan Lasalimu, 47% dengan Tukangbesi, 45% dengan Kamaru. Sub-dialek Standard Muna adalah: Tungkuno, Kabawo, Lawa, Katobu, Tobea Besar; Gumas adalah: Gu, Mawasangka, Lakudo, Wale-Ale, Lawama, Kadatua, Lowu-Lowu, Kalia-Lia, Katobengke, Topa, Salaa, Lawela, Laompo, Burukene. Muslim, Kristen.

14. PANCANA (Pantjana) 15,000 (1979 Bhurhanuddin). Sulawesi Tenggara, dekat Muna, Pulau Buton tengah. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Muna. Dialek: Kapontori, Kalende (Lawele), Labuandiri. Nama dialek juga menempati nma. 71% kemiripan bahasa dengan Muna, 57% dengan Cia-Cia. Mungkin lebih dari satu bahasa; Muslim.

15. RAHAMBUU (Wiau, Wiaoe) 5,000 (1991 SIL). Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kolaka, Kecamatan Pakue, pantai barat Kodeoha. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Sulawesi Tengah, Tengah Barat, Bungku-Mori-Tolaki, Tolaki. 87% kemiripan bahasa diantara dialek, 75% dengan Kodeoha, 70% dengan Tolaki, Mekongga, dan Waru; 54% dengan Mori dan Bungku. Muslim.

16. TALOKI (Taluki) 500 (1995 SIL). Sulawesi Tenggara, pantai barat daya Pulau Buton, Kecamatan Wakorumba, Desa Maligano, dan mungkin beberapa di Pulau Buton Selatan, Kecamatan Kapontori, Desa Wakalambe. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Sulawesi Tengah, tengah Barat, Bungku-Mori-Tolaki. 77% kemiripan bahas dengan Kulisusu; 75% dengan Koroni; 66% dengan Wawonii, Bungku, Tulambatu; 65% dengan Moronene. Para penutur dilaporkan memiliki dwibahasa yang dtinggi di Muna. Muslim.

17. TOLAKI (To’olaki, Lolaki, Lalaki, Laki, Kolaka, “Noie”, “Noihe”, “Nehina”, “Nohina”, “Nahina”, “Akido”) 281,000, termasuk 230,000 Konawe, 50,000 Mekongga, 650 Asera, lebih sedikit dari 100 Wiwirano, 200 Laiwui (1991 D. Mead SIL). Sulawesi Tenggara, Kendari dan Kolaka. Mekongga di Pegunungan Mekongga di pinggiran barat dekat Soroako. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Sulawesi Tengah, tengah Barat, Bungku-Mori-Tolaki, Tolaki. Dialek: Wiwirano, Asera, Konawe (Kendari), Mekongga (Bingkokak), Norio, Konio, Tamboki (Tambbuoki), Laiwui (Kioki). Wiwirano memiliki 88% kemiripan bahasa dengan Asera, 84% dengan Konawe, 85% dengan Mekongga, 81% dengan Laiwui, 78% dengan Waru, 70% dengan Rahambuu dan Kodeoha, 54% dengan Mori dan Bungku. Mekongga memiliki 86% kemiripan dengan Konawe, 80% dengan Laiwui. Tes kejelasan dibutuhkan dengan dialek yang tersusun diatas, Mekongga, dan Waru. Nama-nama negatif tidak lagi dipergunakan. Wiwirano hanya dituturkan oleh para tetua. Kamus. Tatabahasa. Muslim, Kristen.

18. TUKANGBESI NORTH (Wakatobi) 120,000 termasuk 60,000 di Maluku (1995 SIL); beberapa ratus di Singapore. Pulau-pulau bagian utara Kepulauan Tukangbesi, Kaledupa dan Wanci, beberapa ratus di Singapore dan Kota Baubau; di Bacan, Taliabu, Mongole, Buru, Sulabesi, Seram, dan Pulau Ambon di Maluku; Irian Jaya; dan Sumbawa. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Tukangbesi-Bonerate. Dialek: Kaledupa (Kahedupa), Wanci (Wanji, Wantji, Wanje, Wangi- Wangi). 80% kemiripan bahasa antara Kaledupa dan Wanci; mungkin bahasa terpisah. 70% hingga 75% dengan Tukangbesi Selatan, 48% dengan Lasalimu, 47% dengan Cia-Cia, 40% dengan Kamaru, rata-rataf 35% dengan bahas-bahasa tetangga. Muslim.

19. TUKANGBESI SOUTH (Tukang-Besi, Wakatobi) 130,000 termasuk 100,000 di Maluku (1995 SIL). Pulau-pualu selatan Kepulauan Tukangbesi, (Binongko dan Tomea); Taliabu, Mongole, Sulabesi, Buru, Seram, Ambon, dan Kapulauan Alor di Maluku; Dialek Bonerate di Bonerate, Madu, Kalaotoa, dan Pulau Karompa di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan; banyak pemukiman di seluruh Irian Jaya Barat. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Muna-Buton, Tukangbesi-Bonerate. Dialek: Binongko, Tomea (Tomia). Binongko memiliki 85% kemiripan bahasa dengan Tomea, 81% dengan Bonerate, Tomea 79% dengan Bonerate. 70% hingga 75% dengan Tukangbesi Utara, 48% dengan Cia-Cia, 49% dengan Lasalimu, rata-rata 35% dengan bahasa tetangga. Muslim.

20. WARU (Mopute, Mapute) 350 (1991 SIL). Sulawesi Tenggara, Kabupaten Kendari, Kecamatan Asera, Desa Mopute dekat Sunga Lindu. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Sulawesi Tengah, Tengah Barat, Bungku-Mori-Tolaki, Tolaki. Dialek: Waru, Lalomerui. Dialek Waru memiliki 86% kemiripan bahasa dengan Lalomerui, 79% dengan Dialek Tolaki dan Mekongga, 70% dengan Rahambuu dan Kodeoha, 54% dengan kelompok Mori dan Bungku. Test kejelasan dibutuhkan dengan Bahasa Tolaki. Muslim.

21. WAWONII (Wowonii) 22,000, termasuk 14,000 Wawonii, 7,500 Menui (1991 D. Mead SIL). Sulawesi Tenggara, Pulau Wawonii dan Menui dekat Kendari. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia Barat, Sulawesi, Sulawesi Tengah, Tengah Barat, Bungku-Mori-Tolaki, Bungku. Dialek: WAWONII, MENUI. 75% kemiripan bahasa dengan Bungku dan Tulambatu; 66% dengan Taloki, Kulisusu, dan Koroni; 65% dengan Moronene. Muslim.

22. WOLIO (Baubau, Buton, Butung, Butonese, Boetoneezen) 25,000 to 35,000 (1990). bagian barat daya Pulau Buton di Bau-Bau dan masyarakat sekitar, Sulawesi Tenggara. Austronesia, Malayo-Polynesia, Malayo-Polynesia, Sulawesi, Muna-Buton, Buton. Wolio adalah bahasa yang dipakai di istana Sultan di Baubau dan masyarakat sekitar, dan dahulu digunakan oleh para bangsawan di wilayah ini. Bahasa daerah resmi. Memiliki dasar tulisan Bahasa Arab. Nama ‘Buton’ biasanya digunakan secara umum di Sulawesi Tenggara untuk mengacu ke Wolio; di luar Sulawesi Tenggara mengacu kepada orang-orang dari Sulawesi Tenggara, atau kadang-kadang membingungkan dengan Orang Bajo sebagai pelayar. 61% kemiripan bahasa dengan Cia-Cia, 60% dengan Masiri dan Lantoi. Survey dialek dibutuhkan di Buton Selatan dan Tengah, Bungi, Sorawolio, Kapontori, Pasar Wajo, Sampolawa, Betoambari, dan Batauga. Bahasa perdagangan. Muslim.

Referensi :
*** http://www.idrap.or.id

13 Tanggapan to "Etnis Sultra Berdasarkan Perbedaan Bahasa"

Menarik!!!sulawesi merupakan budaya yang sangat kaya dengan budaya. terutama dengan berbagai etnis yang ada. tetapi aku masih sedikit banyak tidak/belum memiliki kejelasan tentang etnis diatas. bisakah artikel ini disertakan dengan gambar dan sedikit penjelasan tentang sejarah asal etnis masing-masing. thaks

Big thanks hairul atas komennya..nantinya aku post/repost artikel tentang ini..sebagai anak bangsa yang menghargai budaya tradisi *tanpa berujung SARA* sudah seharusnya kita lebih caritau tentang budaya tempo doloe..keep it touch plend

aku seorang mahasiswa dikulisusu ingin mencri pekerjaan pa msih ada lowongan pekerjaaan distu?

lowongan pekerjaan ?? hhmm saya ga ngerti maksudnya nih😦

as, bapak hebat. saya salut pada ide-ide kreatifnya. Hadi-Bali

bagus juga, baru tahu saya ternyata banyak juga rumpun suku saya “Tolaki – Mekongga”

Aslamu Alaikum Wr..Wb

Senang rasanya bisa membaca artikel anda, saya adalah Mahasiswa Bahasa Inggris FKIP, Universitas Mulawarman yang sedang mencari data dan meneliti tentang Bahasa Cia-Cia. yakni judul skripsi saya ” An Analysis of Affixes on Bahasa Cia-Cia” namun saya mengalami kesulitan mencari data tersebut. Setelah ku analisa bahwa masih kurang pembelajaran dalam Bahasa tersebut. harapan saya jika anda mempunyai artikel tentang bahasa tersebut, dengan senang hati silakan menghubungi saya : sanu_gitrend@yahoo.com

Terima kasih telah berbagi pengetahuan berharga. Saya sering ke Sultra sehingga wajib memahami aneka budaya di sana.

Hmmm… Selama artikel yang bagus. Setelah pindah ke Bogor, saya sering bertemu teman-teman dari sultra. Teman-teman saya dari sabang sampai merauke sring bertanya mengapa kami tidak seperti teman-teman dari minang, jawa, sunda, dan daerah-daerah lain yang jika bertemu menggunakan bahasa daerah.
Dengan adanya tulisan ini, saya bisa menjelaskan kepada mereka bahwa daerah kami punya banyak bahasa meskipun satu daerah sehingga berkomunikasi sehari-hari menggunakan bahasa Indonesia agar semua saling mengerti.

senang bisa turut membantu..😀

kalo khusus kolaka ada gk?? n kalo bs pke b.ing..

Mau tanya.. kalau di kota Bau-Bau.. bahasa yang digunakan apa saja? terimaksaih..
(bisa minta tlg kirim ke email saya vhie_mapunkra@yahoo.com)

baru tahu trnyata dsulawesi tenggara ada bnyak mcm suku tolaki yh😀
sngat membntu…. thnx

oiy,,, boleh share gag??
kebiasaan suku tolaki jka bertamu kerumah org lain? adatnya gmna???
jwbnnya dkrim ke email sy yh klo bsa ngbantu…Luppyindah@ymail.co

thx be4

upss…. emailnya mav salh ketik luppyindah@ymail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Mukadimah

Selamat Datang di blognya unggun. Jangan sungkan dan malu | silahkan dibaca, didunlud dan dicopas artikelnya | jangan lupa tuliskan gundala69.wordpress.com sebagai sumber artikel | tinggalkan jejakmu diruang komen biar aku tahu kedatanganmu | jika ada yang kurang berkenan silahkan add YMku tuk curhatnya. trims..UN69UN

YMku : gun.dala69

lEmbar ArsipKu

RSS sains nEws

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

pEringkat atas

tweet’Ku !!!

pEnyusup :

  • 376,924 ter'identifikasi

pEnutup

Terima kasih atas kunjungannyanya..bila ada waktu jangan lupa tuk nyasar kesini lagi ya..bye..bye

komuni-tasKu

%d blogger menyukai ini: