Posted by: gundala on: 21 Desember 2008
Cerita ini nyata walau beberapa bagian dari cerita ini aku edit dan menjadikannya lebih ringkas.
Cerita ini menceritakan 2 orang sahabat yang kini telah berpisah jauh bahkan sampai saat ini mereka tak pernah bertemu lagi.
Mereka saling kenal lewat seorang teman. Ok agar kita gak kebingungan dalam membedakan kedua orang sahabat tersebut maka kita sebut saja mereka Angin dan Api (kedua nama tersebut aku ambil karena hanya dua kata itu yang terlintas dibenakku saat ini dan gada kaitannya dengan sifat kedua unsur tersebut).
Perkenalan kedua sahabat tersebut dimulai pada saat si Angin menggangur selama setahun setelah tamat sekolah sedangkan si Api telah bekerja sebagai pegawai negeri. Angin yang pendiam, sabar dan hati-hati dalam bertindak bertolak belakang dengan sifat Api yang jahil dan berisik.
Kemanapun si Api pergi, si Angin selalu berada disampingnya. Kedua sahabat ini selalu terlihat kompak. Namun walau begitu si Angin merasa malu dan rendah diri dikarenakan kemanapun si Api selalu ditraktir.
Bagi si Api, Angin adalah teman jalan dan teman bergaul saja namun tidak demikian bagi si Angin. Angin menganggap si Api adalah sahabat yang sebenar-benarnya sahabat yang selalu ada dalam setiap kesusahannya, pendengar yang baik dan juga seorang pribadi yang selalu dapat memberikan masukan yang bijak.
Dan kini Angin telah bekerja. Satu yang ingin Angin penuhi dalam janjinya dulu bahwa apabila telah bekerja dia akan membalas semua kebaikan dari si Api.
Terkadang kita tidak menyadari bahwa hal-hal kecil bahkan sepele bagi diri kita akan sangat besar pengaruhnya bagi hidup orang lain. Seperti halnya yang dilakukan oleh si Api yang menganggapnya angin lalu dan tanpa pamrih namun tidak bagi si Angin apa yang dilakukan oleh si Api sangat besar pengaruhnya dimana disaat si Angin kehilangan pegangan dan ketidakmampuan menghadapi hidup hanya si Api yang mampu temaninya.
Entah kapan kiranya Api dan Angin akan bertemu untuk berterima kasih dan menunjukkan dialah sejatinya seorang sahabat.
Sudahkah kamu dapat memaknai teman disampingmu dan jadikannya seorang sahabat ? Sudahkah kamu memaknai persahabatan tanpa berlatar belakang materi ?.Sudahkah kamu memiliki sahabat yang sebenar-benarnya sahabat ?. Sudahkah kamu mengucapkan salam untuk sahabatmu hari ini ?. Sudahkah kamu memberitakan kepada sahabatmu bahwa dia adalah “sahabatmu” ?.
Salam sahabat untuk para sahabat bagi para sahabat yang bersahabat.
Sejatinya seorang sahabat.
*Kurang lengkap rasanya apabila tulisan ini dibaca tanpa ada soundtrack yang mengiringinya. Ok..ok aku kasih bonus lagu dari lantunannya si Tommy Page & Bon Jovi : Shoulder To Cry On & Never Say Goodbye.*
tx ya,,,,udah berhasil, reset mp 145 sy, mudah2an ga error lg the..
….
sahabat thu segalanya nd lebih pntng dri apapun nd juga sahabat gx mandang dri materi nd tampang
23 Desember 2008 pada 4:16 pm
baguz bgd maz crpenNa..
neiy isa dbwd msug’an..
cz djaman yg kyak gni neiy, shabat ntu ssah bgd dcari..
pa lagi sahabat sejati..
yang jadi temen biasa ja kdang isa berkhianat kog..
N yang sring terjadi skrang neiy..
mereka yg blg bhwa mreka adlah shba ntu cma krna kbutuhan materi doanq..
ntu yang t’jdi dklanganQ skrg..
tpi, thankz bgd bwd sranNa dcrpen ntu..